Internet Sehat? Porno atau Seni Bercinta
Agustus 23, 2010 at 12:05 pm Tinggalkan komentar
PORNO ITU HANYA ADA DI DALAM PIKIRAN KITA

sumber Internetsehat.org
Kemarin (22/8) bertempat di Rumah Bp. Dwi Pramono, team Internet sehat sharing bersama Komunitas Blogger Loenpia.net , DotSemarang, Internet Club Unisbank, DOSCOM, AISEC Undip. Dalam acara itu juga diisi oleh Hars sebagai praktisi SEO tentang bagaimana SEO yang sehat. Dalam pemahasan yang intinya internet sehat itu yang seperti apa sih? Apa internet yang sehat itu di beri minum obat tiap hari seperti kata Jiban( praktisi internet dari Kendal)? Atau internet yang bebas dari pornografi (masih rancu pornografi itu antara mesum dan seni bercinta).masih banyak yang perlu diperjelas dalam sosialisai internet sehat itu?
Esensi Internet sehat, buat apa internet sehat itu,?
Ya ini yang selalu menjadi pikiran saya, apa yang dikatakan sehat? Konten yang bersih pasti itu yang akan dijawab banyak orang. Bukanya konten yang bersih itu konten yang berguna, sexsology atau apalah itu namanya yang penting konten cara bagaimana menggunakan aktifitas sex yang sehat didalam hubugan sex tentu saja itu juga termasuk konten sehat bukan?
Trus apa yang jadi masalah? Apakah yang mengakses? Oke kita berlajut ke pembahasan yang akses
Untuk mengamankan akses konten jahat, cukup dengan meghapus atau membatasi kontent2 yang dianggap jahat oleh setiap user, tetapi di balik itu siapa yang dijadikan sasaran anak anak kah? Apakah hanya memproteksi anak anak saja? Saat ini banyak juga anak muda yang terjerembab di black content, seperti yng di contohkan pepeng (seorang penggemar film yang dikatakan orang porno)mengatakn begitu mudahnya mengakses konten yang di senangi, sebagai sampel dengan mengetik kata kunci “anak smp” di mesin pencari maka cukup mencengangkan konten konten yang didapat? Silahkan coba
Melihat kondisi diatas untuk menciptakan suatu internet sehat itu butuh perjuangan panjang…
Tapi sebenarnya saya yang masih saat ini belum jelas adalah konsep apa yang akan di pakai? Apakah hanya ssoialisasi ke onliner semua? Pendapat saya itu hanya efektif sekitar 40 % saja itupu klo semua onliner tahu, tapi ingat benteng pertama anak anak dan remaja adalah mindset meraka, dimana hanya dari pikiran mereka , semua konten negative tidak akan pernah laku, bukanya hukum pasar yang berkuasa, dimana ada permintaan disitu ada penawaran?
Sepertinya internet sehat perlu melirik dunia offline dimana ibu-ibu arisan/pkk, ibu ibu ataupun guru karean merekalah penanam mindset yang paling ampuh, so.. saatnya internet sehat (dengan konsep yang jelas) kita sosialisasikan di kalangan offline
Salam sehat
Novpras
novpras@gmail.com
Entry filed under: free thinks. Tags: .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed